Showing posts with label ANDY LAU. Show all posts
Showing posts with label ANDY LAU. Show all posts

Recommended TV Series - THE TRADING FLOOR (东方华尔街)



Judul TV Seri     : The Trading Floor 
Produksi             : Fox Asia - Tencent (China)
Pemeran             : Francis Ng, Joseph Chang, Patrick Tam, Yu Nan
Tanggal tayang   : 24 Mei 2018
Total episode      : 5 episode

Tahun 2016 silam, HBO merilis film-televisi The Psychic yang menjadi film-televisi HBO pertama berbahasa Mandarin. Walau diprediksi hanya akan sukses di wilayah Asia Tenggara saja, namun rupanya film tersebut justru sukses di Amerika dan Eropah.

Francis Ng
Melihat hal itu, Jaringan Televisi Fox Asia ikut tertarik untuk merilis film-televisi berbahasa Mandarin. Namun berbeda dengan HBO, Fox Asia memproduksi mini-seri berbahasa Kanton (Cantonese). Untuk itu, mereka bekerja sama dengan perusahan provider internet terbesar di Tiongkok (Tencent) dalam mewujudkan rencana itu. Aktor Andy Lau ikut serta dalam proyek ini sebagai Produser.Dan jadilah serial televisi The Trading Floor yang akan dirilis 24 Mei 2018 mendatang.

Serial ini akan mengetengahkan kondisi ekonomi Hong Kong dalam kurun 20 tahun terakhir ini, dimulai dari tahun 1997 saat Hong Kong dikembalikan Pemerintah Inggris ke Pemerintah Tiongkok, hingga tahun 2017 saat Hong Kong memasuki krisis ekonomi global.

Mini seri ini akan mengisahkan tentang seorang profesor ekonomi (Francis Ng) yang mengumpulkan sekelompok orang untuk menguasai perekonomian dunia. Lewat strategi bisnis yang mereka lakukan,dalam waktu sekejab, mereka mampu mengendalikan arus pergerakan uang di seluruh dunia. Namun tindakan mereka tentu tidak lancar, karena ada sebagian anggota tim tersebut yang berencana untuk melakukan hal yang sama untuk kepentingan mereka sendiri.
Andy Lau

Meski merupakan produser serial ini, Andy Lau sama sekali tidak muncul sama sekali di serial ini.

Seperti apa kisah seru mini-seri ini? Tunggu saja tanggal tayangnya ya....



DO YOU KNOW ?
Salah satu studio produksi yang menangani proses pembuatan mini-seri ini adalah Focus Television. Perusahaan ini tidak lain adalah perusahaan milik Andy Lau yang memfokuskan bisnisnya dalam memproduksi acara dan film televisi. The Trading Floor akan menjadi produksi pertama perusahaan tersebut.
Para Pendukung mini-seri "The Trading Floor"

Sebagai produksi pertama perusahaannya, Andy Lau menghendaki miniseri ini dibuat dengan kualitas premium. Karena itu, mini-seri The Trading Floor akan dirilis dalam format 4K dengan durasi masing-masing episode 55 - 60 menit.

Sutradara mini-seri ini dipercayakan pada KK Wang, yang tidak lain adalah sutradara yang memproduksi mini-seri "The Election" yang sangat sukses tahun 2014 silam.

Pengerjaan skenario mini-seri "The Trading Floor" dilakukan selama 2 tahun.


Recommended Movie - THE SLEEP CURSE (失眠)


Judul Film    : The Sleep Curse 
Sutradara      : Herman Yau 
Pemeran       : Anthonny Wong, Michelle Wai, Jo Jo Goh, Lam KaTung
Tanggal rilis :  12 Juni 2017

Banyak orang tentu setuju kalau tidur adalah salah satu keharusan bagi setiap manusia agar mereka dapat mengembalikan stamina mereka kembali. Tetapi tahukah Anda, kalau tidak semua manusia bisa tidur? Bahkan ada yang menderita penyakit susah tidur (Insomnia) sehingga tidak dapat tidur selama berhari-hari.

Kondisi susah tidur inilah yang menjadi tema dasar dari film thriller-horror karya sutradara Herman Yau. Bagi penggemar film Hong Kong, nama Herman Yau bukan nama asing. Dia sudah dikenal sejak tahun 1980-an sebagai Sutradara spesialis film-film thriller sadis. Karyanya yang paling terkenal adalah The Untold Story (1993) yang mengangkat kisah nyata penjual bakpao di Kowloon yang menggunakan daging manusia sebagai isian bakpaonya. Film yang menampilkan banyak adegan sadis yang "terlalu realistis" ini mengundang kontroversi, sekaligus pujian dari para kritikus film. Tidak heran jika film itu menjadi film legendaris yang hingga hari ini masih banyak disukai penonton.

Film Herman Yau selanjutnya adalah Ebola Syndrome (1996) yang masuk Category III (film semi-porno). Film ini tidak saja menampilkan adegan sensual yang sangat vulgar, tetapi juga adegan sadis yang bikin miris penonton.

Tahun ini, Herman Yau kembali merilis film ultra-sadis terbarunya berjudul The Sleep Curse. Bertemakan thriller-horror, film ini mengambil cerita tentang seorang Profesor bernama Lam Sik Ka yang menderita Insomnia Akut yang membuatnya bertahun-tahun tidak dapat tidur. Dari pengalamannya tersebut, dia berpendapat kalau manusia dapat hidup tanpa tidur sama sekali. Dengan tidak tidur, efektivitas hidup manusia akan jauh lebih baik dan manusia dapat melakukan lebih banyak hal lagi dengan tidak tidur sepanjang hidupnya. Saat dia mengajukan dana untuk penelitian ke kampus tempatnya bekerja, para Direksi Kampus menolak mendanai penelitiannya tersebut karena dinilai tidak masuk akal dan sangat berbahaya.

Tak lama kemudian, Monique (Jo Jo Goh) - mantan kekasih Sik Ka yang kini tinggal di Malaysia - mendatangi Sik Ka untuk meminta bantuan menyidiki kasus keluarganya yang juga tiba-tiba menderita insomnia akut. Bahkan kakaknya mengalami halusinasi dan tewas akibat menderita Insomnia Akut (tidak bisa tidur selama 18 hari). Sik Ka akhirnya setuju membantu Monique untuk menyidiki kasus Insomnia yang dialami keluarga Monique tersebut.

Selama menyidiki kasus keluarga Monique, Sik Ka melihat penampakan arwah wanita misterius yang terus-menerus mengikutinya. Sik Ka kemudian meminta bantuan Ahli Nujum untuk mengetahui latar-belakang wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut berhubungan dengan kehidupan masa lalu Sik Ka. Wanita itu ternyata yang menurunkan kutukan Insomnia pada ayah Sik Ka, yang kemudian menurun pada Sik Ka. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata kutukan itupun dialami oleh keluarga Monique.

Ini adegan mutilasi yang super sadis..... !!!
Bagaimana Sik Ka dan Monique berhasil melepaskan kutukan yang menghantui turun-temurun keluarga mereka? Ternyata jawabannya sangat mengejutkan, dan .... SADIS... !!!

Film berdurasi 108 menit ini - sama seperti film-film Herman Yau sebelumnya - menampilkan adegan kesadisan yang terbilang sangat luar biasa mengerikan dan bikin trauma. Banyal adegan ditampilkan dengan sangat vulgar dan nyaris di luar ambang batas toleransi penonton normal, misalnya adegan pemerkosaan, adegan menguliti tubuh manusia, adegan mengambil otak, hingga adegan mutilasi (termasuk mutilasi alat vital pria yang ditampilkan tanpa sensor sama sekali) serta pemenggalan kepala. Semuanya ditampilkan dengan jelas dan "apa-adanya". Bahkan ekspresi dingin wajah Anthonny Wong yang melakukan sebagian adegan itu terbilang sangat sempurna karena mampu membawa aura kengerian bagi penonton.

Secara umum, film ini adalah sebuah film yang keren. Tetapi buat Anda yang ga kuat jantung, saya sarankan untuk tidak menonton film ini. Selain karena penuh kejutan, film ini juga penuh dengan adegan sadis nan brutal yang benar-benar di luar kewajaran dan perikemanusiaan.




Recommended Movie - CHASING THE DRAGON (追龍)

Judul Film         : Chasing the Dragon
Sutradara           : Wong Jing dan Jason Kwan
Pemeran             : Andy Lau, Donnie Yen, Kent Cheng, Willfred Lau
Tanggal Tayang : 29 September 2017

Criple Ho / Ng Sek Ho adalah bandar narkoba asal Tiongkok paling kejam dan sadis, serta pernah menjadi kriminal paling ditakuti di tahun 1960-an.

Lee Rock / Lui Lok adalah Komisaris Kepolisian Hong Kong yang terkenal paling korup dan paling licin di tahun 1960an. Meski sudah beberapa kali dijebak oleh ICAC (Independent Commission Againts Corruption / Badan Anti Korupsi Hongkong), namun Lee Rock selalu mampu lolos, bahkan berhasil melarikan diri dari Hong Kong.

Bagaimana jika kedua kriminal paling hebat ini dipertemukan? Tentu saja, dunia kriminal akan sangat heboh dan rame.

Yep.... di akhir bulan September 2017 ini, kedua tokoh legendaris ini akan bertemu di 1 film eksyen super-seru : Chasing the Dragon (追龍 - Zhui Long). Film ini merupakan remake dari film To Be Number One (跛豪 - Bo Hao) rilisan tahun 1991, yang di masa itu merupakan salah satu film box-office Hong Kong yang menjadi awal dimulainya genre film biografi para kriminal legendaris Hong Kong. Genre ini sangat populer di era 1990-an dan banyak film-film legenda yang dirilis di masa itu. Beberapa yang sangat populer adalah Young and Dangerous, dan Lee Rock.

Film Chasing the Dragon mengisahkan tentang kehidupan Bo Hao / Ng Sek Ho (diperani Donnie Yen), seorang warga Tiongkok yang pada tahun 1963 merantau ke Hong Kong untuk mengadu nasib. Hidup dalam kondisi miskin dan dihina orang, membuat Bo Hao bersumpah untuk menjadi kaya agar tidak diremehkan orang.

Jalan paling cepat untuk bisa mendapatkan uang adalah bekerja dengan triad. Karena itu, Bo Hao pun bergabung dengan triad dan memulai aksi kriminalnya. Hidupnya berubah menjadi lebih baik setelah dia berkenalan dengan Lee Rock (Andy Lau), Komisaris Hong Kong yang karirnya sedang menanjak saat itu. Meski terlihat seperti orang baik, Lee Rock sebenarnya adalah polisi korup yang tidak saja menguasai aliran uang korupsi di seluruh jajaran kepolisian, tetapi juga mengendalikan kelompok triad di wilayah Hong Kong.

Karena memiliki ideologi yang sama, Bo Hao dan Lee Rock dengan cepat menjadi sahabat yang saling mendukung. Bahkan keduanya pun mengangkat Saudara dan dengan cepat menjadi Penguasa Dunia Kriminal di seluruh kawasan Hong Kong dan Kowloon.

Hal ini membuat sebagian orang gerah, dan berniat menghabisi mereka agar bisa merebut wilayah kekuasaan Bo Hao dan Lee Rock. Tidak hanya politik yang mereka lakukan, namun cara kekerasan, termasuk usaha untuk membunuh Bo Hao dan Lee Rock pun mereka lakukan secara terbuka.

Film super seru ini akan tayang tanggal 29 September 2017 mendatang. Dengan melihat deretan pendukung film ini, disertai dengan latar belakang tokoh yang diangkat, sudah dapat dipastikan film ini akan kembali menjadi box-office seperti film pendahulunya.



ABOUT LEE ROCK & CRIPPLED HO
Meski Lee Rock dan Cripped Ho sebenarnya adalah karakter fiktif, namun kedua karakter ini sebenarnya merupakan adaptasi dari karakter sebenarnya yang benar-benar pernah hidup. Lee Rock merupakan adaptasi dari tokoh nyata Komisaris Lu Luo / Lui Lok (呂樂), dan Cripped Ho merupakan adaptasi dari sosok kriminal Limpy Ho / Wu Xi Hao / Ng Sek Ho (吳錫豪).
Lui Lok (呂樂)

Lui Lok (lahir 16 Mei 1920, meninggal 13 Mei 2010) adalah Sersan Komisaris Detektif Hong Kong yang berkarir di Kepolisian Hong Kong sepanjang tahun 1940 - 1970an. Karir Lui Lok meningkat pesat di tahun 1955 pasca kesuksesannya menangkapi seluruh kelompok triad 14K yang waktu itu merupakan kelompok triad terbesar di Hong Kong. Penangkapan kelompok 14K ini merupakan prestasi legendaris Kepolisian Hong Kong waktu itu karena sebelumnya belum pernah ada polisi yang berani mengusik kelompok yang terkenal sangat kecam tersebut.

Keberhasilan Lui Lok menciduk triad 14K, membuatnya mendapatkan respek dan hormat dari triad yang lain. Hal ini dimanfaatkan Lui Lok untuk menjalin kesepakatan dengan banyak triad. Dan berkat kesepakatan itu, Lui Lok mampu menekan tingkat kejahatan di Hong Kong di masa itu, membuat namanya semakin harum di jajaran kepolisian Hong Kong.

Ketika terjadi kerusuhan besar tanggal 10 Oktober 1956 yang dikenal dengan Kerusuhan Hong Kong 1956 (Hong Kong 156 Riots), Lui Lok mampu meredam kerusuhan itu dengan cepat berkat dukungan dari semua kelompok triad. Atas prestasinya, Lui Lok mendapat promosi dari Kepolisian Hong Kong.

Meski meraih banyak prestasi, namun tindakan korupsi yang dilakukan Lui Lok sudah bukan menjadi rahasia lagi. Sejak tahun 1962, dia sudah menjadi incaran dari ICAC dan telah beberapa kali dijebak. Meski demikian, Lui Lok terlalu licin sehingga beberapa kali selalu terhindar dari jebakan ICAC. Mengetahui gerak-geriknya semakin intens diawasi, Lui Lok memutuskan untuk pensiun dini dari kepolisian dan pada tahun 1973, dia dan keluarganya pindah ke Canada.

Setahun setelah kepindahan Lui Lok, ICAC berhasil menemukan dokumen dan bukti-bukti keterlibatan Lui Lok dalam tindak korupsi, termasuk hubungannya dengan anggota triad. Meski demikian, Lui Lok tidak pernah dipenjara dan diperkarakan karena dia telah menjadi warga negara Canada. Lui Lok meninggal tanggal 13 Mei 2010 di Vancouver, Canada akibat penyakit kanker. 

Sosok Lui Lok yang legendaris ini telah menarik minat banyak produser untuk mengangkat kisah hidupnya. Karakter Lui Lok pertama kali diadaptasi di layar lebar di film To Be Number One (1991), di mana karakternya (saat itu menggunakan nama Tiger Lui) diperani oleh Kenneth Tsang.


Karakter Lui Lok kemudian diperani oleh Andy Lau di film dwilogi Lee Rock (1991) di mana film ini meraih sukses yang luar biasa serta meraih banyak nominasi dan penghargaan di Ajang Film Hong Kong di masa itu.

Sedangkan Ng Sek Ho (1930 - 1970) adalah seorang gembong narkoba Hong Kong yang terkenal sangat kejam di era 1960 - 1970an. Lahir dari keluarga miskin di Teochew, Tiongkok, Ng Sek Ho muda mencoba mengadu nasib di Hong Kong. Selama di Hong Kong, dia mencoba berbagai pekerjaan, tetapi semuanya tidak mendapatkan hasil yang baik. Kehidupannya mulai berubah membaik setelah dia bergabung dengan kelompok triad Tiongkok yang sering berseteru dengan kelompok-kelompok triad Hong Kong.
Ng Sek Ho / Limpy Ho (吳錫豪)
Ng Sek Ho kemudian mendirikan triad sendiri yang beranggotakan pendatang Teochew yang tinggal di Hong Kong, yang kemudian dikenal dengan nama Triad Teochew. Awalnya kelompok ini menjalankan bisnis peredaran narkoba di wilayah Wanchai, Hong Kong. Namun karena triad ini berkembang sangat pesat, mereka memperluas wilayah bisnis mereka, bahkan sampai merampas wilayah triad lain. Hal ini membuat banyak triad lain marah dan berselisih dengan Triad Teochew. 

Dalam salah satu pertarungan antar triad, kaki Ng Sek Ho tertembak oleh salah seorang musuhnya. Akibat tembakan itu, dia menjadi pincang, sehingga dia kemudian mendapat julukan Limpy Ho (Si Pincang Ho).

Kesadisan Triad Teochew sudah berada pada kondisi yang sangat menguatirkan. Hal ini membuat polisi memusatkan perhatian mereka pada kelompok itu. Sedikit demi sedikit para anggota triad Teocheow diciduk polisi, hingga akhirnya Ng Sek Ho pun diciduk polisi.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Ng Sek Ho akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia meninggal di penjara pada tahun 1970.

Sepak terjang Ng Sek Ho juga menarik perhatian para produser Hong Kong yang kemudian mengangkat kisah hidupnya dalam film To Be Number One (1991). Di film ini, nama karakternya diubah menjadi Crippled Ho dan diperani oleh Ray Lui. Berkat perannya sebagai Crippled Ho, Ray Lui sempat mendapatkan nominasi sebagai Best Actor di ajang Hong Kong Film Awards (1991). Film To Be Number One sendiri meraih penghargaan Best Film dan Best Screenplay di ajang penghargaan yang sama.

Selain itu, film tersebut juga menjadi box-office di Hong Kong dan Tiongkok. Kesuksesan film To Be Number One kemudian menciptakan genre biografi gembong kriminal yang sangat populer di era 1990-an. Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah The Greed of Man (1991), A True Mob Story (1991), Arrest the Restless (1992), dan lain-lain.